Teknologi Microsoft Permudah Kerja Hybrid
Baru-baru ini Microsoft Corp. merilis laporan Work Trend Index tahunan keduanya, bertajuk “Great Expectations: Making Hybrid Work Work.” Laporan ini memberikan insights agar dapat membantu perusahaan untuk tetap bisa berkembang di tengah perubahan dan disrupsi kdunia erja yang berlangsung. Pada kesempatan yang sama, Microsoft juga mengumumkan sejumlah fitur baru dari Microsoft Teams, Microsoft 365, dan Windows 11 untuk meningkatkan sistem kerja hybrid serta menjawab ekspektasi baru karyawan terhadap tempat kerja. Artikel ini akan membahas Teknologi Microsoft Permudah Kerja Hybrid.
Ada lima tren utama yang terjadi di Indonesia berdasarkan laporan Work Trend Index, di antaranya:
- Karyawan memiliki pandangan baru terhadap apa yang dianggap ‘worth it’.
Pandemi menyebabkan sebanyak 48% karyawan di Indonesia memiliki kecenderungan untuk memprioritaskan kesehatan dan kesejahteraan dibandingkan pekerjaan. Ada sekitar 53% Generasi Z serta Milenial di Indonesia mempertimbangkan untuk pindah kerja pada tahun ini. - Manajer mengalami dilema antara kepemimpinan dan ekspektasi karyawan.
Sebanyak 60% pemilik usaha di Indonesia mengatakan perusahaan mereka berencana untuk kembali ke mode kerja dari kantor (WFO) secara penuh pada tahun depan. Namun, 66% pekerja di Indonesia lebih mempertimbangkan untuk memilih bekerja dengan pola remote atau sistem hybrid. - Pimpinan Perusahaan perlu membuat kantor terasa ‘worth to commute’.
Sebanyak 41% karyawan hybrid di Indonesia mengatakan tantangan terbesar mereka adalah mengetahui kapan dan mengapa mereka harus datang ke kantor. Sementara di sisi lain ada 40% pimpinan perusahaan telah membuat kesepakatan tim untuk mendefinisikan norma-norma baru ini. - Pekerjaan yang fleksibel bukan berarti harus “selalu standby“.
Sebanyak 62% karyawan di Indonesia terbuka untuk menggunakan ruang imersif (simulasi) digital sebagai sarana meeting. Lebih tinggi dibandingkan data global yang ada di angka 52%. - Membangun kembali social capital terlihat berbeda di dunia hybrid.
Sebanyak 49% pimpinan perusahaan di Indonesia mengatakan membangun hubungan adalah tantangan terbesar dalam sistem kerja hybrid. Selain itu, 65% pekerja di Indonesia sedang mempertimbangkan untuk berganti perusahaan pada tahun depan global.

Untuk membuat sistem kerja hybrid lebihefektif bagi semua orang membutuhkan leadership yang kuat untuk menentukan bagaimana, kapan, dan di mana semua orang dapat bekerja — dan teknologi memegang peranan penting. Karena itu, Microsoft memperkenalkan berbagai inovasi produk yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan sitem kerja hybrid; diantaranya:
Microsoft Teams
Sejak diluncurkan pada lima tahun lalu, Teams telah digunakan lebih dari 270 juta orang untuk bekerja secara hybrid. Saat ini telah tersedia sejumlah pembaruan seperti:
- Teams Connect shared channels. Memungkinkan kolaborasi dengan orang-orang di dalam dan luar perusahaan dari satu ruang kerja bersama. Tersedia dalam versi pratinjau publik.
- Front row. Sebuah layout baru untuk rapat di Teams Rooms untuk menjembatani kesenjangan antara ruang kerja digital dan fisik. Tersedia dalam versi pratinjau.
- Fitur layar sentuh untuk Teams Rooms dari Neat dan Yealink sedang dalam proses sertifikasi untuk Teams Rooms di perangkat Android. Perangkat ini menggabungkan audio, video, layar sentuh, dan komputasi dalam satu unit—memungkinkan implementasi yang mudah dan pengalaman kolaborasi yang lebih baik.
- Interpretasi bahasa. Memungkinkan penerjemah mengubah apa yang dikatakan pembicara menjadi bahasa lain dalam waktu singkat. Penyelenggara meeting dapat menugaskan penerjemah dan memilih hingga 16 kombinasi sumber dan target bahasa dan peserta dapat mendengarkan terjemahannya.
- Microsoft Whiteboard. Menawarkan serangkaian kemampuan baru yang menghidupkan kolaborasi visual, termasuk kursor kolaborasi, lebih dari 50 template baru, reaksi kontekstual, dan kemampuan untuk membuka whiteboards yang ada, serta berkolaborasi dengan rekan kerja eksternal dalam meeting.
- Inspiration Library. Fitur ini akan dihadirkan di dalam Microsoft Viva versi pratinjau publik, sebagai bagian dari aplikasi Viva Insights di Teams. Dirancang untuk memudahkan karyawan, manajer dan pimpinan perusahaan mengakses sumber-sumber terpercaya untuk thought leadership dan best practices seperti “Harvard Business Review” dan “Thrive”.
- Microsoft Viva Goals. Sebuah modul baru untuk menyusun tujuan bisnis dan manajemen sambil terus memantau progress-nya. Tersedia dalam versi private preview. Fitur ini membantu tim untuk selalu align dengan prioritas strategis perusahaan serta menyatukan mereka dalam misi yang sama.
Baca juga: Panggilan Whatsapp versi Desktop dan Fiture Bagikan File 2 GB
Microsoft 365
Adapun fitur yang diperbaharui pada produk Microsoft 365 adalah:
- Komponen Loop dalam email Outlook, untuk meningkatkan pengalaman brainstorming secara hybrid, menyelesaikan tugas, dan membuat keputusan bersama tanpa harus beralih tempat atau aplikasi, Proses RSVP untuk meeting di Outlook sekarang memungkinkan peserta untuk mencatat apakah mereka berencana menghadiri meeting secara langsung atau secara virtual.
- Cameo dan studio rekaman, sedang diintegrasikan untuk mendukung kerja yang lebih fleksibel. Hal ini memungkinkan presentasi PowerPoint Live di Teams, baik mereka menghadiri meeting maupun mengikuti secara online.

Windows 11
Work Trend Index 2022 Microsoft memaparkan data terbaru yang menunjukkan bahwa masalah dan risiko keamanan siber adalah salah satu sumber kekhawatiran utama bagi para pimpinan perusahaan di tahun mendatang. Dengan built-in chip untuk proteksi cloud, Windows 11 dapat membantu perusahaan menjawab tantangan keamanan baru dari tempat kerja hybrid, baik untuk sekarang maupun di masa depan.
Fitur-fitur baru yang telah diperkenalkan di antaranya::
- Deteksi dan perlindungan terhadap phishing yang diintegrasikan ke dalam Windows dengan Microsoft Defender SmartScreen.
Membantu melindungi pengguna dengan mengidentifikasi dan memperingatkan pengguna ketika memasukkan kredensial Microsoft ke dalam aplikasi berbahaya atau situs web yang diretas. - Manajemen aplikasi untuk Microsoft Edge.
Memberikan lebih banyak fleksibilitas terkait bagaimana dan di mana karyawan bekerja. Ketika karyawan menggunakan perangkat pribadi untuk melakukan pekerjaan atau tugas,
Microsoft ingin membantu tim IT untuk memastikan pengguna dapat mengakses sumber daya perusahaan dengan cara yang aman. Dengan kebijakan perlindungan aplikasi yang diterapkan di Endpoint Manager for Edge di Windows, administrator akan dapat mengkonfigurasi bagaimana data masuk dan keluar dari perusahaan mereka, serta menentukan tingkat ancaman Windows Defender yang diizinkan pada perangkat.
Microsoft memungkinkan karyawan untuk mengakses sumber daya perusahaan dengan aman dari perangkat Windows pribadi mereka, sambil tetap menjaga keamanan dan privasi. - Microsoft Endpoint Manager.
Akan menyatukan endpoint misi yang kritikal dan manajemen keamanan sebagai satu solusi berbasis cloud. Seiring waktu, Microsoft akan meluncurkan serangkaian kemampuan di Endpoint Manager yang dirancang untuk meningkatkan pengalaman pengguna, meningkatkan keamanan endpoint, dan mengurangi TCO.
Solusi baru ini akan membantu melindungi endpoint di cloud, pada tempat dan di seluruh platform perangkat, serta akan menjadi dasar bagi organisasi yang mengadopsi model keamanan Zero Trust.
(Sumber: Microsoft)

