Email Masih Tetap Saluran Pemasaran Terbaik
Cara Menggunakan Email Marketing dengan Benar
Dewasa ini, kehadiran teknologi metaverse ‘menarik’ hampir separuh manusia di planet ini untuk membicarakannya. Metaverse diklaim sebagai teknologi masa depan yang paling luar biasa karena lebih mampu menjadikan dunia digital menjadi lebih nyata. Manusia akan berinteraksi dan melakukan aktivitas dengan orang lain, seperti pergi ke bioskop, konser musik dan restoran secara virtual. Dengan kecanggihan teknologi yang ditawarkan oleh Metaverse ini, maka rasanya akan menjadi sedikit aneh, bahkan bisa menjadi sesuatu yang dianggap anakronistik (sesuatu yang menyalahi jaman) jika ada yang masih berbicara tentang email.
Namun, bagi semua orang yang menggunakan email sebagai media pemasaran sehari-harinya paham betul manfaat saluran pemasaran yang satu ini. Jadi, sesungguhnya berbicara tentang email jelas tidak menjadi sesuatu yang anakronisme. Dapat dipastikan email masih tetap saluran pemasaran terbaik ke depannya.
Adapun alasan email masih tetap saluran pemasaran terbaik (dan ini adalah kata kuncinya) adalah hampir setiap orang yang bekerja dan berbisnis memiliki kecenderungan untuk memeriksa setidaknya satu akun email setiap hari. Jika bisa memberikan informasi atau bahkan memasarkan produk dan jasa dari usaha/bisnis yang sedang dirintis atau dijalani ke akun email tersebut, ada peluang emas yang bisa diperoleh dari sana.
Jikalau Anda dapat membuat pemilik akun email menemukan alasan yang bagus untuk membaca apalagi berlangganan informasi produk dan jasa dari bisnis Anda, maka satu langkah hebat telah Anda buat. Setiap pemilik akun email tidak akan membaca sembarang email; tapi mereka akan membaca hal-hal yang memiliki nilai positif baginya atau bagi bisnisnya. Hal ini ditegaskan oleh seorang Trend Analyst, Marketer, dan Writer berpengalaman lebih dari 15 tahun di bidangnya, Adriana Tica dalam tulisannya di laman resmi SiteProNews.
Saya sangat percaya ini sehingga saya baru saja meluncurkan bisnis yang hampir seluruhnya bergantung pada email. Situs web terbaru saya adalah tempat saya membedah masa depan, menganalisis tren, dan mengajari pelanggan saya cara mempersiapkannya. Dan saya bertaruh pada email sebagai saluran pemasaran utama saya untuk semuanya.
Baca juga: Mengenal Jenis Digital Marketing
Email Akan Tetap Relevan di Masa Depan

Sampai saat ini, pemasaran produk dan jasa masih menggunakan akun email. Hal ini disebabkan pemasaran menggunakan akun email lebih mudah digunakan, terjangkau, dan cocok untuk bisnis apa pun. Selain itu, ada beberapa datqa statistic yang dapat dijadikan sebagai argumentasi logis kenapa email akan tetap relevan di masa depan. Di antaranya:
- ROI pemasaran mealalui email mencapai $36 untuk setiap $1 yang dibelanjakan. Untuk hal ini, Mertaverse belum teruji!
- Saat ini ada 4 miliar pengguna email harian di dunia dan jumlah mereka diperkirakan akan tumbuh menjadi 4,6 miliar pada tahun 2025.
- Pendapatan pemasaran email mendekati $10 miliar pada tahun 2022 dan akan tumbuh menjadi $17,9 miliar pada tahun 2027.
- 37% Brand meningkatkan anggaran email mereka dan hanya 1,3% yang melakukan pemotongan.
- Di B2B, 81% Marketer mengatakan bahwa buletin email adalah jenis konten yang paling mereka andalkan.
- 99% pengguna memeriksa email mereka setiap hari dan beberapa melakukannya hingga 20 kali sehari!
- Email adalah cara paling pribadi untuk menerima komunikasi: 74% Baby Boomers, 72% Gen X, 64% Milenial, dan 60% Gen Z setuju dengan pernyataan ini.
Jika melihat semua data statistik dan proyeksi di atas, jelas terlihat bahwa email masih akan terus digunakan bahkan akan semakin berkembang di masa datang. Email masih relevan di masa depan untuk tetap digunakan sebagai saluran pemasaran terbaik bagi produk dan jasa. Dengan demikian, alangkah baiknya tetap konsisiten menggunakan email sebagai saluran pemasaran. Anda bisa menghubungi kami untuk membantu menumbuhkembangkan bisnis Anda dengan mengoptimalkan penggunaan email marketing.
Meski demikian, ada fakta yang tidak bisa dipungkiri dan harus dihindari kalau ingin agar pemasaran menggunakan email dapat memberikan hasil yang baik. Berikut fakta yang mesti diperhatikan:
- Orang menghabiskan lebih sedikit waktu untuk membaca email merek. Mereka biasanya menghabiskan 13,4 detik per email pada 2018, lalu 11,8 detik pada 2020, dan hanya 10 detik pada 2021.
- 63% bisnis mengurangi frekuensi email mereka berdasarkan tingkat keterlibatan.
Satu hal yang tidak boleh diabaikan adalah bahwa email brand dan promosi tentu telah begitu sering masuk ke akun email pemiliknya, wajar jika pemiliknya kemudian mengurangi waktu yang dialokasikan untuk setiap email. Pemilik email lalu membuat tanda untuk email-email yang menjadi prioritas untuk dibacanya. Karena pemilik akun email juga memiliki kesibukan lainnya selain alokasi waktu untuk membaca email.
Jikalau email marketing tidak dikelola dengan baik, benar dan tepat maka tidak akan memberikan manfaat yang siginifikan bagi binis yang sedang dijalankan apalagi yang baru dirintis. Informasi yang dikirim melalui email marketing yang isinya tidak sesuai dengan kebutuhan pemilik email cenderung menghadirkan kejenuhan bagi pemiliknya.
Di sinilah kualitas sebuah informasi yang dikirim melalui akun email berperan. Email yang BAIK akan terus dibaca. Email buruk akan dihapus tanpa pernah dibuka, bahkan jika Anda menambahkan kode diskon ke baris subjek Anda.

Bagaimana Membuat Email yang Baik
Sebagian besar email dikirim untuk promosi atau menjual produk dan jasa dari bisnis yang dirintis atau yang sedang dijalankan. Tidak masalah.
Yang jadi masalah adalah bahwa penerima memiliki penilaian tersendiri ketika membaca sebuah email yang masuk ke akunnya. Email yang seolah memaksa dan licik yang lebih mengutamakan untuk menanamkan FOMO (Fear of Missing Out) seperti; jika Anda tidak membeli SEKARANG, Anda akan kehilangan kesempatan yang tidak pernah Anda minta, saat ini sudah tidak lagi relevan dengan keinginan pemilik akun email. Email seperti ini sudah tidak bisa diandalkan. Pemilik akun email cenderung mengabaikan bahkan menghapus email seperti ini.
Olehkarenanya, sebelum informasi atau promosi produk dan jasa kita kirim melalui email, harus memahami keinginan pemilik akun email terlebih dahulu. Mayoritas pemilik akun email lebih membutuhkan konten (dan itu termasuk email) yang memicu komunikasi yang natural antar manusia. Karena, pemilik akun email tahu, kebanyak email marketing menggunakan aplikasi broadcasting untuk mengirim email ke ribuan penerima sekaligus. Kesan outomatisasi sedapat mungkin dihindari, agar penerima email merasa “dihargai” karena sedang berkomunikasi dengan manusia. Bukan mesin penjawab otomatis.
Meski demikian, teknologi broadcasting tidak bisa ditinggalkan karena sangat membantu proses pemasaran secara massal dan cepat. Untuk menghindari kesan “otomatis”, ad acara agar tetap dapat membuat setiap email terasa natural. Inilah yang Andrina Tica lakukan sebelum mengirim di ConvertKit (platform pemasaran emailnya):
- Menggunakan cerita untuk menarik perhatian. Cerita biasanya bersifat pribadi. Tidak ada yang menyeramkan atau NSFW (Not Safe for Work), tetapi cukup pribadi untuk membuat hubunganl lebih nyata antara pengirim dan penerima email.
- Menawarkan sesuatu yang berharga: analisis, sudut pandang yang menarik, hiburan, kisah yang berkesan atau menginspirasi – setiap informasi yang akan kirim memiliki salah satu unsur ini. Dengan cara ini, meskipun penerima email tidak tertarik dengan apa yang ditawarkan email tersebut, setidaknya mereka tahu bahwa mereka tidak membuang waktu untuk membacanya.
- Menekankan aspek natural (manusia) dari setiap email atau transaksi bisnis dengan penerima email. Misalnya, tidak pernah mengatakan “ini kode kupon diskon 25%”. Sebagai gantinya, menjelaskan mengapa memilih untuk menawarkan kupon – mengapa sekarang, mengapa jumlah ini, mengapa kepada mereka, dan sebagainya.
Singkatnya, mengembalikan faktor manusia ke dalam apa yang telah menjadi alat komunikasi impersonal. Menurut Andrina, sentuhan unsur manusia tidak boleh ditiadakan ketika menggunakan email sebagai media pemasaran sehingga penerima email pun akan merasa berkomunikasi secara riil dengan pengirim informasi. Dengan demikian email masih tetap saluran pemasaran terbaik di masa dating. Semoga bermanfaat! (Sumber: SiteProNews – Andrina Tica)

