Mengenal Bounce Rate Website dan Cara Mengatasinya

Mengenal Bounce Rate Website dan Cara Mengatasinya

Aktivitas pemasaran atau marketing dalam dunia bisnis menjadi salah satu yang terpenting dan wajib dijalankan. Hal ini karena pemasaran adalah ujung tombak keberlangsungan sebuah usaha. Agar keberlangsungan sebuah usaha tetap terjaga, maka sebuah usaha mesti memperoleh keuntungan dari produk dan jasa yang dijual. Tanpa adanya strategi pemasaran yang tepat, maka penjualan produk dan jasa tidak akan terjadi secara optimal.

Di era digital seperti saat ini, terdapat begitu banyak strategi marketing yang berkembang dan patut dijalankan seperti digital marketing yang merupakan strategi pemasaran lewat media online seperti website, sosial media dan platform-platform digital lainnya.

Saat ini memiliki sebuah website yang profesional sebagai identitas dari sebuah usaha sudah menajdi keharusan. Website yang dimiliki diharapkan tidak sekedar memperkenalkan brand perusahaan tapi hendaknya dapat meningkatkan penjualan produk dan jasa. Untuk mencapai goals tersebut, tentu website sebuah usaha mesti berkualitas, menarik dan mudah ditemukan di mesin pencari goole.

Biasanya seorang pengusaha selalu berupaya untuk selalu memaksimalkan peluang sekecil apapun untuk memajukan usaha yang dijalankannya. Termasuk peluang untuk menjalankan promosi menggunakan media online. Salah satu peluang promosi yang mesti dikerjakan adalah mengoptimalkan peran website dengan meningkatkan traffic (angka kunjungan) hingga call to action (CTA) pengunjung melakukan aktifitas pembelian terhadap produk dan jasa setelah berkunjung ke website.

Namun, bagaimana jika website yang dimiliki tidak dapat memenuhi goals yang ingin dicapai? Misalnya; website sulit ditemukan di mesin pencari google? Atau jika sudah ditemukan tapi pengunjung tidak berkunjung ke website tersebut?

Oleh karena itu, sebuah website mesti diaudit secara menyeluruh dan kontinyu untuk mengetahui seberapa baik performanya. Untuk mengaudit sebuah website banyak tools yang bisa dipakai seperti Semrush, Ahrefs, Google Search Console, Google Analytics, Geekflare dan masih banyak tools lainnya.

Selain itu perlu juga untuk memahami kenapa pengunjung langsung meninggalkan website meskipun sudah masuk ke website atau yang dikenal dengan bounce rate. Kondisi ini menggambarkan ada persoalan dengan website tersebut yang mesti dicari solusi untuk mengatasinya. Jika angka bounce rate sebuah website cukup tinggi, maka perlu segera mencari solusi untuk mengatasinya. Lalu, apa itu bounce rate?

Baca juga: Arti dan Jenis Social Media Marketing

Mengenal Bounce Rate Website dan Cara Mengatasinya
Mengenal Bounce Rate Website dan Cara Mengatasinya.

Mengenal Bounce Rate Website

Menurut Google Analytics, bounce rate adalah angka presentase kunjungan ke single-page yang tidak diikuti oleh tindakan selanjutnya. Ini bisa jadi disebabkan oleh konten pada website kurang menarik atau tidak menjawab keinginan pengunjung, sehingga pengunjung memilih keluar dan mencari informasi di halaman website lain.

Belakangan ini para webmaster menjadikan bounce rate sebagai salah satu metrik untuk mengukur efektivitas sebuah website menggunakan skala presentase

Singkatnya, bounce rate merupakan sebuah persentase pengunjung yang datang ke satu halaman website lalu meninggalkan website tanpa membuka halaman lainnya. Hal ini menggambarkan potensi sebuah website yang akan sulit memenuhi goals yang diinginkan seorang pengusaha untuk memajukan usahanya.

Cara Mudah Menurunkan Bounce Rate

Permasalahan bounce rate ini menjadi penting untuk diatasi agar goals untuk memajukan usaha dengan memanfaatkan website dapat tercapai. Prosentase bounce rate mesti diturunkan sekecil mungkin. Untuk itu perlu dilakukan langkah-langkah penting berikut ini:

Mempercepat Load Speed

Website yang loadingnya cepat ketika dikunjungi adalah faktor penting yang mempengaruhi pengunjung untuk masuk ke halaman website. Jika loadingnya lama, tentu pengunjung berpotensi untuk meninggalkan website tersebut dan pergi untuk mencari website kompetitor. Parahnya pengunjung tidak akan pernah kembali lagi. Website tidak hanya tampil menarik, tetapi juga mesti mudah atau cepat ketika diakses pengunjung.

Website yang memiliki terlalu banyak plugin bisa menjadi lebih berat hingga mempengaruhi load speed. Jadi gunakan plugin sesuai kebutuhan saja.

Mengenal Bounce Rate Website dan Cara Mengatasinya
Mengaudit website untuk mengetahui performa website.
Buat Konten dengan Format yang Mudah Dibaca

Ketika membuat sebuah konten untuk ditampilkan pada halaman website, mesti memiliki kualitas baik yang mana mudah untuk dibaca agar pengunjung bisa lebih lama bertahan di halaman konten tersebut. Bisa jadi pengunjung tertarik untuk membuka konten lain di halam selanjutnya.

Konten yang berkualitas baik akan menurunkan prosentase bounce rate pada website. Untuk itu, alangkah baiknya untuk membuat konten dengan format yang mudah dipahami. Konten mesti memiliki heading, sub heading, gambar yang menarik, alt teks yang relevan, dan isi konten  yang relevan dan nyaman dibaca pengunjung.

Menjadi penting untuk membuat konten yang berkualitas dan mudah dibaca pengunjung. Bisa jadi konten yang menarik ini direkomendasikan oleh pengunjung kepada rekan-rekannya.

Buat Call to Action (CTA) yang Menarik

Dalam sebuah konten yang dibuat, mesti disispkan call to action (CTA) yang menarik dan jelas. CTA yang menarik akan memberikan pemahaman yang baik kepada pengunjung untuk mengambil langkah selanjutnya.

Banyak contoh CTA yang menarik dan jelas yang bisa dibuat misalnya; baca selengkapnya, beli sekarang, ambil bonus sekarang, yang akan mengarahkan pengunjung untuk klik dan masuk kehalaman selanjutnya.

Jadi, pengunjung akan lebih mudah berinteraksi di halam sebuah website kalau CTAnya dibuat dengan menarik dan jelas tujuannya. Semakin lama pengunjung berinteraksi di website semakin besar peluang menurunkan angka bounce rate sebuah website.

Mengenal Bounce Rate Website dan Cara Mengatasinya
Website yang rendah bounce ratenya akan memudahkan peningkatan penjualan produk dan jasa.
Website Harus Mobile Friendly

Seperti kita ketahui, perkembangan dunia teknologi semakin memudahkan pengguna internet untuk mengakses internet menggunakan beragam device. Mulai dari Desktop, tablet hingga mobile phone. Maka penting untuk memiliki website yang ramah dengan berbagai device tersebut. Website mesti mudah diakses menggunakan mobile phone atau smartphone. Tampilan website yang mobile friendly adalah keharusan. 

Kurangi Iklan Pop-up

Terkadang sebuah website yang tinggi trafficnya sering menyangkan iklan pop-up. Dalam konteks bisnis iklan pop-up adalah sebuah keuntungan. Iklan pop-up juga dapat dijadikan media atau navigator untuk mengarahkan pengunjung ke landing page atau yang dinginkan oleh pemilik website.

Namun, jika iklan pop-up yang ditampilkan sering menutupi konten yang ingin dibaca pengunjung, bisa menyebabkan ketidaknyamanan pada pengunjung yang dapat berdampak pada pengunjung pergi meninggalakan halaman website. Penayangan iklan pop-up seperti ini sebaiknya dikurangi atau dihindari karena akan meningkatakan angka bounce rate pada website. Juga bisa merugikan karena potensi konversi yang dilakukan pengunjung menjadi hilang.

Demikianlah ulasan mengenai bounce rate website dan cara mengatasinya. Prosentase bounce rate yang kecil akan berdampak pada performance dan traffic kunjungan ke website yang bagus. Ini tentu akan berdampak pada tercapainya goals dari busaha yang dijalankan. Pada akhirnya sebuah usaha akan maju dan berkembang. Untuk lebih detail mengenai cara membuat performa dan traffic sebuah website manjadi ramah pengunjung silahkan konsultasi dengan MAS-IT.ID di [email protected] .