MAS-IT
Ancaman Cyber

Apa Itu Ancaman Cyber?

Di era digital seperti saat ini dapat dipastikan hampir semua orang menghabiskan waktunya untuk berselancar di internet. Hantaman pandemi Covid19 yang belum berakhir pun membawa sebagian besar bisnis dan layanan harus beralih dari offline ke online. Banyaknya pengguna yang berselancar dan melakukan aktivitas di internet melahirkan banyaknya serangan yang dilakukan oleh oknum dan pihak yang tidak bertanggung jawab. Hal ini perlu kita waspadai dan berhati-hati untuk mengaksesnya, terlebih lagi jika memiliki website sendiri.

Ransomware ancaman cyber paling serius di 2022
Ilustrasi cyber threat./Gambar: Internet.

Ancaman cyber atau ancaman dunia maya adalah tindakan jahat yang berupaya merusak atau mencuri data, atau mengganggu jaringan dan sistem komputer. Ancaman cyber yang paling umum seperti virus komputerkerentanan perangkat lunakserangan penolakan layanan terdistribusi (DDoS), dan teknik rekayasa sosial, seperti phishing . Bahkan peristiwa “luring” seperti bencana alam dapat dianggap sebagai ancaman dunia maya, karena membahayakan sistem dan data.

Pandemi COVID-19 telah secara signifikan mengubah lanskap ancaman dunia maya. Bekerja dari mana saja telah menjadi kebiasaan baru, dan 92% organisasi global mengadopsi teknologi baru tahun ini untuk memfasilitasi peralihan ke operasi jarak jauh. Meskipun ini telah menciptakan banyak peluang baru bagi vendor, ini juga menyoroti berbagai risiko keamanan dan privasi yang terkait dengan pekerjaan jarak jauh.


Alat yang memungkinkan kolaborasi dan akses jarak jauh ke server internal perusahaan adalah target serangan yang matang bagi penjahat cyber. Mengadopsi teknologi baru secara terburu-buru serta keterbatasan anggaran dan staf IT telah mengakibatkan banyak perusahaan menggunakan teknologi baru tanpa memeriksa dan mengonfigurasi solusi baru mereka dengan benar. Akibatnya, serangan cyber terhadap target ini seringkali berhasil. 

Ransomware Ancaman Cyber Paling Serius 2022

Ransomware ancaman cyber paling serius di 2022
Ilustrasi cyber threat./Gambar: Internet.

Sophos 2022 Threat Report dalam laporan yang diterbitkannya belum lama ini terkait tren ancaman dan kekacauan di di dunia internet (cyber) menegaskan bahwa ransome merupakan ancaman paling serius yang dapat mengacaukan dunia internet di masa depan.

Target serangannya pun tidak hanya ditujukan ke perusahaan besar di bidang teknologi, para visioner inovatif dan pemimpin industri sektor digital di seluruh dunia saja. Tapi juga menyasar lembaga pemerintah, akademisi, dan layanan kesehatan. Serangan tersebut menyebabkan adanya gangguan di dunia internet (cyber) dengan keberadaan perangkat-perangkat yang terkena malware, ransomware, cyberminers, peretasan data, spyware, memanipulasi pengguna situs web, serta serangan cyber lainnya.

Hasil analisis yang dilakukan oleh Sophos 2022 Threat Report menyebutkan, pada 2022 mendatang keberadaan ransomware yang kian berkembang akan menjadi ancaman yang sangat serius dan berbahaya  karena menggunakan metode yang berbeda dari serangan sebelumnya yang menggunakan metode ‘as a service’.

Sementara ancaman cyber yang sudah dipersiapkan sebelumnya pun akan terus beradaptasi untuk mendistribusikan dan mengirim ransomware  kepada targetnya termasuk loader, dropper dan komoditas malware lainnya seperti Initial Access Brokers, spam, dan adware.

Bahkan dalam analisisnya, dikatakan bahwa para penyerang ransomware berupaya dengan sangat canggih untuk memperoleh uang tebusan dari targetnya. Menyikapi hal ini, Sophos menerbitkan pedoman berisi 10 taktik saat mengalami tekanan seperti pencurian dan paparan data, panggilan telepon yang mengancam, penyerangan pada distributed denial of service (DDoS), dan lainnya. Cryptocurrency juga diperkirakan akan terus memicu kejahatan dunia cyber, seperti ransomware dan cryptomining yang berbahaya.

Pengembang RaaS kemudian menciptakan kode canggih dan menentukan cara terbaik untuk mendapatkan pembayaran tebusan dari para korbannya. Keadaaan ini tentu semakin memperbesar lanskap ancaman cyber dan ancaman umum, seperti loader, dropper dan Initial Broker Access yang sudah ada dan telah menyebabkan gangguan yang meresahkan, jauh sebelum adanya ransomware.

Menurut peneliti utama Sophos, Chester Wisniewski, ransomware dapat berkembang pesat dikarenakan kemampuannya untuk beradaptasi dan berinovasi. Penawaran ransomware-as-a-service (RaaS) beberapa tahun sebelumnya telah berkontribusi besar mengantar ransomware ke dalam jangkauan penyerang.

Sementara menurut laporan dari penyedia asuransi Cyber Coalition, ransomware bertanggung jawab atas 41% dari semua klaim asuransi cyber tahun ini.

Baca Juga: Chip Cryogenic Meningkatkan Komputasi Kuantum

Tetap Aman Di Tengah Ancaman Cyber Ransomware

Ransomware ancaman cyber paling serius di 2022
Proteksi ancaman cyber./Gambar” Internet.

Dengan tantangan ke depan ini, penting bagi bisnis atau perusahaan maupun lembaga pemerintah untuk berinvestasi menemukan solusi yang dapat menghadapi ancaman secara langsung dan memberikan perlindungan dunia internet yang komprehensif.

Ancaman cyber yang sedang berlangsung sesungguhnya dapat dihentikan, tetapi tidak akan dapat memulihkan data yang disusupi. Staf IT pencadangan tidak akan secara otomatis mengetahui tentang ancaman ini. Sementara data akan bisa dipulihkan secara perlahan kalau data itu tidak berhasil disusupi. Patch keamanan untuk memperbaiki kerentanan dalam perangkat lunak populer sering dirilis, tetapi ini tidak penting jika tidak diaktifkan di seluruh beban kerja Anda secara tepat waktu.


Menyikapi masalah ini, Acronis, perusahaan perlindungan cyber merekomendasikan sistem seperti Acronis Cyber ​​Protect  yang menggabungkan pencadangan data, anti-malware, RMM, penilaian kerentanan, dan kemampuan manajemen patch ke dalam satu tools. Tingkat integrasi ini memungkinkan kinerja yang optimal, menghilangkan masalah kompatibilitas, dan memastikan pemulihan otomatis yang cepat jika terjadi pelanggaran.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *