MAS-IT
Yahoo Resmi Tutup Operasinya di China

Yahoo Resmi Tutup Operasinya di China

Selasa, 2 Nopember 2021, Yahoo Inc., perusahaan internet multinasional yang berpusat di Sunnyvale, California, Amerika Serikat ini mengeluarkan pernyataan resminya yang cukup menghebohkan. Pasalnya, Yahoo Inc. menyampaikan bahwa pihaknya telah menarik diri dari China, dengan alasan lingkungan bisnis di China yang semakin tidak bersahabat.

Pada Senin, 1 November 2021, pemerintah China resmi memberlakukan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi, yang membatasi informasi apa yang dapat dikumpulkan oleh perusahaan dan menetapkan standar bagaimana informasi itu harus disimpan. Diduga sebagai akibat dari perang dagang yang berkepanjangan dengan Amerika Serikat. Ini membuat Yahoo resmi tutup operasinya di daratan China.

“Sebagai pengakuan atas lingkungan bisnis dan hukum yang semakin menantang di China, rangkaian layanan Yahoo tidak akan lagi dapat diakses dari daratan China mulai 1 November,” kata juru bicaranya seperti yang dilansir oleh The Mainichi

Yahoo sebelumnya telah mengurangi operasinya di China, menghentikan layanan musik dan email pada awal 2010-an dan menutup kantornya di Beijing pada 2015.

Penarikan diri dari daratan China yang dilakukan itu sebagian besar bersifat simbolis, karena banyak layanan Yahoo telah diblokir oleh sensor digital milik China. Langkah yang diambil pemerintah China ini untuk memperluas kendalinya atas seluruh perusahaan teknologi di negaranya, termasuk raksasa domestiknya, sehingga berdampak juga kepada Yahoo Inc. resmi tutup.

Yahoo Cchina Tutp
Yahoo resmi tutup operasinya di China.

Namun demikian, juru bicaranya mengatakan bahwa Yahoo tetap berkomitmen pada hak-hak penggunanya dan internet yang bebas dan terbuka.

Yahoo adalah perusahaan teknologi asing di daratan China yang terbaru keluar dari China. Google menyerah beberapa tahun lalu, dan platform jaringan profesional Microsoft LinkedIn bulan lalu menutup situs China-nya. Hal ini sebagai akibat dari pemerintah China mengharuskan mereka untuk menyensor konten dan kata kunci yang dianggap sensitif secara politis atau tidak pantas.

Sebagai gantinya, perusahaan China telah menciptakan internet alternatif dengan raksasa digitalnya sendiri. Mesin pencari Baidu sebagian besar telah menggantikan Yahoo dan Google dan WeChat dan Weibo adalah platform media sosial terkemuka di China saat ini.

Mesin pencari Baidu milik China.
Baidu Browser China.

China juga telah memblokir sebagian besar situs media sosial internasional dan mesin pencari, seperti Facebook dan Google. Beberapa pengguna di China menghindari pemblokiran dengan menggunakan jaringan pribadi virtual (VPN) yang menutupi siapa Anda dan dari mana Anda masuk.

Seperti diketahui, sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat dan China berselisih soal teknologi dan perdagangan. AS kemudian membatasi raksasa telekomunikasi Huawei dan perusahaan teknologi China lainnya beroperasi di negaranya. Kebijakan pemerintah Amerika Serikat ini ditengarai sebagai pemicu awal beberapa platform teknologi seperti Google, Microsoft LinkedInd dan Yahoo resmi tutup operasinya di China.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *